13 Alasan Menjadi Mangaka Bukanlah Pekerjaan yg Menyenangkan


alasan jadi mangaka itu tidak enak

Selama ini kita hanya menjadi penikmat dari sajian cerita dari anime dan juga manga. Mungkin ada yang pernah terpikir untuk menjadi seorang mangaka dan membuat serial sendiri. Tak ada yang salah dengan hal ini, malah bisa dibilang bagus. Namun ada banyak hal yang harus kalian pertimbangkan sebelum memutuskan hal tersebut. Karena kehidupan seorang mangaka itu sangatlah berat lho guys.

Meski secara kasat mata yang mereka kerjakan hanya duduk dan menggambar. Namun apa yang terjadi sebenarnya lebih buruk daripada itu. Bekerja sebagai seorang mangaka berarti harus siap untuk kehilangan banyak waktu istirahat. Kalian akan selalu dikejar deadline yang harus diselesaikan setiap minggunya (atau bulan). Dalam kesempatan kali ini, Chameleonime akan mengungkap kehidupan lain dari seorang mangaka yang jarang diketahui.

 

Hidup Sebagai Seorang Mangaka, Enak atau Tidak?

Sebelum masuk ke pembahasan utama, artikel ini dimaksudkan hanya untuk pengetahuan saja. Bukan ditujukan untuk menakut-nakuti bagi kalian yang ingin jadi mangaka atau komikus. Hanya saja, mari mengenal lebih jauh sisi lain kehidupan dari orang-orang yang sering menghibur kita dengan karyanya. Dan hal ini didasarkan pada sistem yang ada di jepang sana ya. Jadi pasti ada perbedaan dengan komikus dari negara lainnya.

 

#1. Siap Jadi ‘Budak’ yg Bekerja Sepanjang Waktu

alasan jadi mangaka itu tidak enakMenurut seorang editor dari Shounen Jump, seorang mangaka baru harus memiliki mental baja. Mereka juga dituntut untuk bekerja terus-menerus tanpa waktu untuk tidur, makan dan juga istirahat. Apa yang terpenting adalah memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan ini. Bahkan bisa dikatakan sebagai ‘perbudakan sukarela’.

 

#2. Hanya Akan Punya Waktu 3 Jam Untuk Istirahat

alasan jadi mangaka itu tidak enakBukan rahasia lagi jika jadwal bekerja seorang mangaka itu sangat padat. Dimulai dari merancang cerita, rapat dengan editor, menggambar sketsa hingga proses finishing dengan tinta. Kalian mungkin tak akan ingat hari apa sekarang karena terlalu sibuk bekerja. Dan berikut ini sedikit gambaran, berikut ini jadwal kerja dari Masashi Kishimoto, pengarang Naruto :

06 : 00 ~ 09 : 00 : Tidur
09 : 00 ~ 13 : 00 : Bekerja
13 : 00 ~ 14 : 00 : Makan Siang
14 : 00 ~ 23 : 00 : Bekerja
23 : 00 ~ 24 : 00 : Makan Malam / Mandi
24 : 00 ~ 06 : 00 : Bekerja

 

#3. Sakit Karena Kelelahan Hal yang ‘Biasa’

alasan jadi mangaka itu tidak enakKarena waktu bekerja yang sangat padat, tentu akan menimbulkan dampak kesehatan yang buruk. Tak heran jika banyak mangaka hiatus karena masalah kesehatan yang menimpa. Apalagi duduk dan menggambar dalam waktu yang lama akan membuat punggung terbebani. Selain itu waktu tidur yang kurang akan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.

 

#4. Waktu Tidur yang Tak Cukup

alasan jadi mangaka itu tidak enakSebagai orang normal, kita biasanya memiliki waktu tidur hingga 8 jam perhari. Namun hal tersebut tentu tak dimiliki oleh para seniman manga. Waktu istirahat saja kurang, apalagi untuk tidur. Apalagi ketika deadline menghantui, tak ada hal lain yang bisa dilakukan selain terus bekerja.

 

#5. Gaji yang Tak Sepadan

alasan jadi mangaka itu tidak enak“Wahh enaknya jadi mangaka, cuma duduk trus gambar dapat duit banyak”. Kebohongan macam apa yang kalian ucapkan itu. Mungkin yang dilihat cuma para seniman manga terkenal seperti Eichiiro Oda atau Masashi Kishimoto yang sukses besar. Faktanya tak semua mangaka akan bernasib sama seperti mereka.

Dengan pekerjaan yang super melelahkan, kalian belum tentu akan mendapat bayaran yang sepadan. Terutama untuk para pemula, siap-siap saja merasa jadi budak :v Apalagi bayaran tersebut masih harus dikurangi untuk menggaji asisten dan juga membeli alat gambar.

 

#6. Meninggal Karena Bekerja, Sering Terjadi!

alasan jadi mangaka itu tidak enakJepang terkenal dengan masyarakatnya yang giat bekerja. Dan hal ini terjadi bukan hanya pada industri manga saja. Dunia kerja di Jepang memang sangat sibuk dan seringkali menjadi penyebab stress. Bahkan banyak orang yang memutuskan untuk bunuh diri karena tidak kuat akan tekanan saat bekerja. Seorang mangaka juga mengalami hal yang sama, mereka akan hidup dengan dikejar deadline setiap harinya. Selain itu, mereka juga harus tetap menjaga kualitas karyanya agar tetap menarik.

Baca Juga : Daftar Anime yang Punya Plot Armor Kuat, Jarang Kalah!

#7. Setiap Hari Hanya Menggambar

alasan jadi mangaka itu tidak enak“Cuma gambar bisa dapat banyak duit”, kadang pengen nabok orang yang bilang begitu. Kehidupan seniman manga memang akan selalu sibuk dengan kegiatan menggambar. Bahkan ketika akhir pekan pun banyak yang tidak libur karena deadline yang menghantui. Jika dibilang bekerja hanya dengan menggambar adalah pekerjaan yang mudah, yuk gelud kita.

 

#8. Mendapatkan Waktu Liburan Adalah Hal yg Sulit

alasan jadi mangaka itu tidak enakSeniman manga adalah orang yang sangat sibuk dan tak punya banyak waktu luang. Pekerjaan yang menumpuk memaksa mereka untuk terus bekerja. Namun kadang pihak shounen jump juga menyediakan waktu libur rutin agar para mangaka mampu menjaga kesehatannya. Akan tetapi tentu saja hal itu tak sebanyak pekerjaan reguler lainnya.

 

#9. Jika Sebagai Asisten, Bisa Dapat Pekerjaan Lebih Banyak

alasan jadi mangaka itu tidak enakKarena banyaknya halaman yang harus dikerjakan, kebanyakan mangaka memutuskan untuk mengambil asisten. Biasanya mereka membantu mengerjakan berbagai hal seperti inking ataupun finishing. Namun ada juga asisten yang mendapatkan porsi pekerjaan yang sangat banyak sehingga bebannya pun juga berat.

 

#10. Jika Tak Sukses, Mana Bisa Menggaji Asisten

alasan jadi mangaka itu tidak enakSeorang asisten diharapkan bisa membantu mangaka dalam menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Namun tentu mereka juga harus digaji atas pekerjaan yang dilakukan. Dan sebagai mangaka dengan popularitas karya yang dibuat belum sukses, hal itu bisa menjadi sulit. Belum lagi keperluan alat gambar yang harus dibeli setiap bulannya.

 

#11. Harus Siap Jadi Pengangguran

alasan jadi mangaka itu tidak enakMungkin banyak dari kalian yang tertarik menjadi mangaka karena terinspirasi MK atau Oda. Yah tidak salah, namun juga harus memperhitungkan berbagai potensi lain. Faktanya tak semua seniman manga sesukses mereka yang memiliki manga dengan serialisasi panjang. Hal ini bergantung pada popularitas manga yang kalian terbitkan. Dan jika memang tak menghasilkan banyak penjualan, bisa-bisa serialisasinya dihentikan dan kalian menjadi pengangguran.

 

#12. Kehidupan Rumah dan Pekerjaan Tercampur

alasan jadi mangaka itu tidak enakTidak semua seniman manga memiliki studio khusus sebagai tempat bekerja. Kadang kala mereka mengerjakan semuanya di rumahnya masing-masing. Dan tentu saja karena pekerjaan yang banyak bisa membuat semuanya berantakan. Mereka bisa kehabisan waktu untuk bekerja dan tak punya waktu untuk hidup layaknya orang lain.

 

#13. Industri Manga Semakin Menurun?

alasan jadi mangaka itu tidak enakWell, untuk yang satu ini sebenarnya terbilang relatif. Jika dilihat sekilas masih banyak saja manga-manga baru yang muncul setiap harinya. Namun jika dari sisi produsen, mereka bisa dibilang mengalami banyak penururan. Hal ini diakibatkan karena banyaknya aksi pembajakan yang terjadi. Tersebarnya scan ilegal tentu membuat penjualan manga orinya menjadi menurun. Lalu darimana mangaka mendapatkan uang mereka?

 

Itulah sederet fakta menarik dibalik kehidupan mangaka yang tak banyak kita ketahui. Semoga artikel diatas bisa memberikan gambaran seperti apa sih para seniman manga itu bekerja. Sehingga nantinya kita jadi lebih bisa menghargai karya-karya yang mereka buat. Bagaimana menurut kalian, apa masih ada yang tertarik untuk menjadi seorang mangaka?


Like it? Share with your friends!

851

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *